Fondasi Antikorupsi Terbangun

Transisi demokrasi terlalu lama, dimana reformasi sejak beberapa tahun lalu dinilai memberikan fondasi sistem antikorupsi yang lebih baik. Kenaikan Indeks persepsi korupsi jadi bukti perbaikan itu. Namun, pemerintah mengakui, tantangan terberat justru dari orang – orang di dalam sistem yang ingin menghancurkan sistem itu.

Ada lima aspek pendukung antikorupsi yang membaik. Pertama, sistem bernegara yang lebih demokratis. ini membuat kecenderungan praktik antikorupsi lebih besar ketimbang dalam sistem kenegaraan yang otoritarian seperti orde baru. Kedua, regulasi antikorupsi membaik. Dalam kenyataannya memiliki undang – undang tipikor, undang – undang KPK, undang – undang pencucian uang, hingga peraturan presiden yang melarang TNI berbisnis. Ketiga, institusi korupsi juga membaik. Ini dibuktikan dengan keberadaan komisi pemebrantasan korupsi (KPK), pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan (PPATK), lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK), serta mahkamah konstitusi (MK) yang giat menjaga undang – undang antikorupsi. Keempat, kebebasan pers. Dimana keberadaan pers diperlukan untuk menjadi kontrol bagi sistem politik. Kasus korupsi bisa diberitakan secara bebas dengan pemberitaan yang proporsiaonal dan tidak memihak. Kelima, partisipasi publik  yang meningkat. ini ditandai dengan banyaknya lembaga swadaya masyarakat antikorupsi.

sumber referensi: harian kompas 23-05-2012, hal1 dan 15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s