Kedudukan Hukum Adat Menurut sejarah Pendirian Negara RI (Menurut UUD 1945)

Penjelasan Umum UUD 1945 :

Bag I

•Alenia 1

Undang-undang Dasar suatu Negara ialah sebagian dari hukumnya dasar negara itu. Undang – Undang Dasar ialah hukum dasar yang  tertulis, sedangkan di sampingnya berlaku juga hukum dasar yang tidaktertulis

•Alenia 2

Memang untuk menyelidiki hukum dasar (droit constitutionnel) suatu negara, tidak cukup hanya menyelidiki pasal-pasal Undang-Undang dasarnya (Ioi constitutionnel) saja, akan tetapi harus menyelidiki juga prakteknya dan bagaimana suasana kebatinannya (geistichen hintergrund) dari Undang-Undang dasar itu.

Penjelasan Bag III

Pokok-pokok pikiran tersebut meliputi suasana kebatinan dari Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. Pokok-pokok pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum (rechtside) yang menguasai hukum dasar negara, baik hukum yang tertulis maupun hukumyang tidak tertulis.

Bagan UUD 1945

Rechtsidee (geistichen hintergrund)

HUKUM DASAR

Tertulis                         Tidak tertulis

UUD                                  –

  • UUD berasal dari rechtsidee / cita – cita hukum, sehingga UUD mengikuti / tunduk pada cita hukum ini.
  • Cita hukum / rechtsidee adalah baju penguji dari segala macam norma hukum yang ada, karena letaknya sebagai jiwa/pondasi dari hukum dasar.

“Apakah wujud yang nyata dari rechsidee yang menguasi
hukum dasar ini ?”

Ontologi Hukum Berdasarkan Beberapa Pendangan dalam Filsafat Hukum

•Von Savigny :

Hukum mengikuti  / berasal dari jiwa bangsa (Volksgeist).

•Aliran Naturalis modern (Lock, Rousseu)

Hukum adalah berasal dari cita hukum yang hidup dalam masyarakat yang diwujudkan melalui kontrak sosial.

•Aliran Sociological Jurisprudence :

hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.

  • Rechtsidee         geistichen hintergrund       volksgeist jiwa bangsa
  • Rechtsidee mewujud pada nilai-nilai (pandangan hidup) yang hidup dalam masayarakat (The Living Law).
  • Rechtsidee UUD 1945 adalah Hukum Adat Indonesia .

Sehingga  Kedudukan Hukum Adat dalam Pembangunan Tata Hukum Indonesia menurut UUD 1945

  • Hukum adat cita hukum (meta norma dasar) dari hukum dasar kita.
  • Hukum adat memiliki kedudukan yang paling kuat (sebagai pondasi) dalam  tata hukum Indonesia.
  • Hukum adat menjiwai seluruh hukum yang ada dalam tata hukum Indonesia sekaligus merupakan sumber norma dan batu penguji bagi hukum-hukum tersebut.

Amandemen UUD 1945

  • Pasal II Aturan Tambahan :

UUD 1945         Pembukaan + pasal-pasal (penjelasan dihapus)

  • Mengubah kedudukan hukum adat ?
Jawabannya : TIDAK ?

Alasan : (1)

  • Pembukaan masih dipertahankan, sedangkan Pembukaan ini memiliki makna tersendiri, yakni sebagai pokok-pokok pikiran dari UUD 1945.
  • Kedudukan Pembukaan sebagaimana hal di atas hanya ditunjukkan dalam Penjelasan (bag III Penjelasan Umum).
  • Sehingga, penghapusan Penjelasan sehubungan amandemen UUD 1945 secara logis hendaknya dimaknai sebagai “tidak berlakunya Penjelasan atas pasal per pasal dalam batang tubu (karena telah di amandemen) “ sedangkan untuk Penjelasan Umum masi berlaku karena berkait dengan kedudukan Pembukaan yang masih dipertahankan.
  • Oleh karena itu kedudukan Hukum Adat dalam UUD 1945 secara logis tidak mengalami perubahan.
Mampukah / mungkinkah hukum adat digunakan sebagai pondasi/dasar dalam pembangunan Tata Hukum Indonesia serta sebagai sumber norma dalam pembentukan hukum Indonesia mengingat coraknya yang sangat plural, dan bersifat relatif dalam ruang lingkup orang dan lingkungan berlakunya ?
Putusan Kongres Pemuda – pemuda Indonesia

Kerapatan pemuda – pemuda Indonesia diadakan oleh perkumpulan-perkumpulan pemuda Indonesia yang berdasarkan kebangsaan dengan nama : Jong Java, Jong Soematra, Pemoeda Indonesia, Seka Roekoen, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Pemoed kaoem Batawi dan Perhimpunan Peladjar – Peladjar Indonesia.

Membuka rapat pd tanggal 27 dan 28 Oktober 1948 di :djakart ; sesudahnya mendengar pidato-pidato pembicaraan yang diadakan didalam kerapatan tadi ; sesudahnya menimbang segala isi-isi pidato-pidato dan pembicaraan ini ;

Kerapatan lalu mengambil keputusan :

PERTAMA :  Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia

KEDUA    :  Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

KETIGA   :Kami Poetra dan Poetri Indonesia mendjoendjoeng tinggi bahasa Indonesia.

Setelah mendengar keputusan ini, kerarapatan mengeluarkan keyakinan azas ini wajib dipakai oleh segala perkumpulan-perkumpulan kebangsaan Indonesia.

Mengeluarkan keyakinan persatuan Indonesia diperkuat dengan memperhatikan dasar persatuannya : kemauan, sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan dan kepanduan.

Dan mengeluarkan pengharapan supaya ini disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan dimuka rapat perkumpulan-perkumpulan kita.

Perkembangan dan Pembaharuan Makna Istilah Hukum Adat
  • Istilah “Hukum Adat” tidak lagi dimaknai sebagai hukum golongan tertentuunuk ruang lingkup wilayah persekutuan hukum tertentu (pengertian Hukum Adat pra PD II)
  • Hukum Adat tidak lagi berkonteks pada kebiasaan-kebiasaan riil yang bersifat teknis yang diterapkan dalam masyarakat.
  • Hukum Adat dimaknai dalam konteks yang lebih dalam dan lebih tinggi sifatnya, yakni dalam bentuk asas-asas atau nilai-nilai yang hidup suatu cita hukum dr masyarakat asli Indonesia yg sifatnya lebih abstrak shg bersifat universal ( cth : asas gotong royong, fungsi sosial manusia dam milik, persetujuan sbg dasar kekuasaan umum, asas perwakilan dan permusyawaratan dalam sistem pemerintahan, dll)
  • Hukum Adat dimaknai sbg rasa keadilan rakyat Indonesia, sebagaimana diungkapkan Djojodiguno  “ Hukum Adat adl kaidah-Kaidah yg dapat disimpulkan dr sumber hukum tertentu dan timbul langsung sbg pernyataan dr rasa keadilan orang Indonesia dlm hubungan pamrih.
  • Hukum Adat dimaknai sbg semangat, jiwa dan kebudayaan Indonesia.

Dari uraian di atas maka

  • Hukum Adat dalam konteks tersebut tidak lagi terbatas pada sekat-sekat  lokalitas, melainkan justru mampu menembus sekat-sekat tersebut dan bersifat nasional.
  • Oleh karena itu dlm keputusan kongres Sumpah Pemuda dahulu, hukum adat tidak dipandang sbg unsur pemisah, melainkan justru dipandang sbg unsur pemersatu.
  • Hukum Adat jelas mampu dijadikan hukum paling dasar dan sbg sumber norma yg pertama dlm tata Hukum Indonesia.

Kesimpulan :

  • Hukum Adat adl cita hukum / rechtsidee dari pembentukan dan pemabngunan Tata Hukum Indonesia.
  • Hukum Adat memiliki memiliki kedudukan yg kuat dan sentral dlm Tata Hukum Indonesia krn berfungsi sbg landasan serta sbg sumber norma dlm pembentukan dan pengembangan segala hukum positif di Indonesia, dimana hukum adat dimaknai sbg asas, shg mempunyai nilai universal dan dpt berlaku secara nasional.
  • Hukum Adat adalah raw materials Hukum Nasioanal.

Catatan :

  • Berkait uraian di atas, maka dlm pembentukan dan pembangunan hukum Indonesia yg sesungguhnya hal yg perlu dilakukan adl dgn banyak mengadakan penelitian terhadap nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia asli oleh seluruh pengemban hukum di Indonesia, utk nantinya disarikan menjadi nilai-nilai dan asas-asas yg bersifat abstrak, bernilai universal, serta berkarakter nasional.
  • Namun penerapan hal di atas dgn tetap bertahan pada bentik civil law system akan membawa kesulitan-kesulitan tersendiri ug cukup serius.

dalam hal ini berkait dgn prinsip legisme yg ada di dlmnya, shg akan potensial mengalami kesulitan jika dihadapkan pd budaya yg bersifat dinamis sbg wadah dari nilai-nilai yg hidup sbg cit hukum ini.

  • Sistem Hukum Adat adl tawaran dan keharusan bg pembangunan sistem Hukum Indonesia yg sesungguhnya, shg jika konsisten dgn apa yg telah terjabarkan dlm uraian ini yaitu Hukum adat sbg Hukum Nasional, maka perombakan total sistem hukum yg kita pakai selama ini adl merupakan konsekuensi logis , utk itu menyarankan utk melihat analogi yg terdekat, yakni kepada common law dgn sistem Jury dlm sistem peradilannya, sbgmana diharapkan oleh Ter Haar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s